STUDI KASUS PEMASARAN GLOBAL DAN INTERNASIONAL '' DUNKIN DONUT''
3.2 International Dunkin Donut
Di era awal Internasionalisasi Dunkin Donut melanjutkan dengan ekspansi yang stabil di seluruh dunia, Dunkin 'Donuts, barang panggang dan rantai kopi terkemuka dunia, hari ini mengumumkan pembukaan 3.000 restorannya di luar Amerika Serikat. Lokasi 3.000, restoran Dunkin 'Donuts baru yang terletak di Shanghai, China, adalah restoran ke-71 di China.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dunkin’ Donuts pertama kali didirikan oleh William
Rosenberg tahun 1950. Dia membuka sebuah gerai donut dengan nama Open Kettle di
kota Boston, Quincy – Massachusetts, Amerika Serikat. Tak disangka gerai donut
miliknya itu tumbuh dengan pesat. Hal ini terbukti dari makin bertambah
banyaknya jumlah pelanggan yang berkunjung ke gerai tersebut. Melihat
perkembangan usahanya yang terus berkembang, tahun 1950 Rosenberg pun
memutuskan mengubah nama Open Kettle menjadi nama lain. Setelah melalui proses
yang panjang, terpilihlah nama baru yaitu Dunkin’ Donuts. Bersamaan dengan
perubahan nama tersebut, dirintislah sistem franchise (waralaba) untuk
perusahaan ini.
Tahun demi tahun berlalu dengan kemajuan dan ketenaran nama Dunkin’ Donuts yang makin tak terbendung. Bahkan pada tahun 1970 Dunkin’ Donuts telah menjadi merek internasional dengan reputasi yang luar biasa dalam hal kualitas produk dan pelayanan. Reputasi dan ketenaran itulah yang kemudian menarik minat Allied Domecq, sebuah perusahaan internasional yang membawahi Togo’s dan Baskin Robins untuk membeli Dunkin’ Donuts dari keluarga Rosenberg. Pembelian dan pengambilalihan perusahaan dari keluarga Rosenberg akhirnya disepakati dan dilakukan dengan penuh persahabatan pada tahun 1983.
Tahun demi tahun berlalu dengan kemajuan dan ketenaran nama Dunkin’ Donuts yang makin tak terbendung. Bahkan pada tahun 1970 Dunkin’ Donuts telah menjadi merek internasional dengan reputasi yang luar biasa dalam hal kualitas produk dan pelayanan. Reputasi dan ketenaran itulah yang kemudian menarik minat Allied Domecq, sebuah perusahaan internasional yang membawahi Togo’s dan Baskin Robins untuk membeli Dunkin’ Donuts dari keluarga Rosenberg. Pembelian dan pengambilalihan perusahaan dari keluarga Rosenberg akhirnya disepakati dan dilakukan dengan penuh persahabatan pada tahun 1983.
Meski berganti kepemilikan, Allied Domecq tetap berusaha
mempertahankan sistem manajemen yang sudah berjalan di Dunkin’ Donuts. Kalaupun
ada yang harus dirubah, perubahan dilakukan dalam skala kecil. Hanya satu yang
menjadi ambisi seluruh manajemen Allied Domecq yaitu membantu Dunkin’ Donuts
memperluas pasar secara internasional. Untuk mewujudkan ambisinya tersebut
diberlakukanlah standarisasi di seluruh counter Dunkin’ Donuts. Di samping itu,
berbagai strategi marketing yang jitu juga mulai dilancarkan, seperti selalu
berusaha memperbaharui design sesuai dengan trend, fokus terhadap kualitas
produk serta berusaha memaksimalkan kepuasan pelanggan.
Dengan didukung sumber daya manusia yang handal, dalam waktu
singkat ambisi Allied Domecq tercapai. Dunkin’ Donuts berhasil memperluas pasar
secara menakjubkan sehingga gerainya tidak hanya tersebar di benua Amerika,
tetapi juga di benua Eropa dan Asia termsuk ke Indonesia.
Dunkin Donat adalah salah satu perusahaan donat terbesar di
dunia saat ini maka dari itu sungguh sangat menarik untuk melakukan pembahasan
menegenai penerapan manajemen strategis dalam perusahaan tersebut.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Pemasaran Global
Pemasaran global adalah proses menfokuskan sumber daya (manusia, uang, aset fisik) dan tujuan-tujuan dari suatu organisasi untuk memperoleh kesempatan dan menanggapi ancaman pasar global. Pemasaran global didasarkan pada orientasi geosentris danber fokus pada pemanfaatan aset, pengalaman, dan produk perusahaan secara global serta pada melakukan adaptasi terhadap apa yang benar-benar unik dan berbeda dalam setiapnegara. konsep ini mengakui budaya universal dan perbedaan pasar yang unik. keputusan untuk masuk pasar di luar negeri tergantung pada sumber daya perusahaan serta sifat peluang dan ancaman yang dihadapi. Misalnya, coke dan IBM berkecimpung dilebih dari 100 negara karena mereka telah memulai ekspansi internasionalnya lebih dari 50 tahun yang lalu dan juga memiliki sumber daya untuk berkembang yang bisa dimanfaatkan bila ada peluang.
2.2 Konsep Pemasaran Global
Pemasaran global adalah pemasaran berkala seluas dunia. Peluang pasar selalu terbuka bagi semua pelaku usaha, tak terkecuali di pasar ekspor. Yang penting mesti kreatif dan mau berinovasi dalam mengembangkan pasar.Pelaku bisnis yang tangguh tentu tak mudah ditenggelamkan oleh setiap perubahan tantangan bisnis meski tantangan yang datang semakin berat. Bagi para pebisnis sejati, kesulitan justru menjadi cambuk yang melecut semangat untuk memecahkannya sehingga usaha dapat semakin berkembang dan maju. Karakter semacam itu tampaknya juga melekat pada sederet pengelola perusahaan di Indonesia yang juga terlihat dari kinerja perusahaan yang dikelola yang hasilnya memang super.
1. Kebutuhan, keinginan, dan permintaan.
Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia. Keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya. Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya Pemasar mempengaruhi keinginan dan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju.
2. Produk.
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pentingnya suatu produk fisik bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasa yang dapat diberikannya Oleh karena itu dalam membuat produk harus memperhatikan produk fisik dan jasa yang diberikan produk tersebut.
3. Nilai, Biaya dan Kepuasan.
Nilai, Biaya dan Kepuasan Nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga.
4. Pertukaran, Transaksi dan Hubungan.
Pertukaran, Transaksi dan Hubungan Kebutuhan dan keinginan manusia serta nilai suatu produk bagi manusia tidak cukup untuk menjelaskan pemasaran. Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya dengan pertukaran. Pertukaran adalah salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah pada suatu persetujuan. Jika persetujuan tercapai maka disebut transaksi. Transaksi merupakan pertukaran nilai antara dua pihak. Untuk kelancaran dari transaksi, maka hubungan yang baik dan saling percaya antara pelanggan, distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikan ekonomi, teknis clan sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar secara kesinambungan.
5. Pasar.
Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Istilah pasar untuk menunjukan pada sejumlah pembeli dan penjual melakukan transaksi pada suatu produk.
6. Pemasaran dan Pemasar.
Pemasaran dan Pemasar Pemasaran adalah keinginan manusia dalam hubungannya dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasaran adalah orang yang mencari sumber daya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu. Kalau satu pihak lebih aktif mencari pertukaran daripada pihak lain, maka pihak pertama adalah pemasar dan pihak kedua adalah calon pembeli.
2.3 Saluran Marketing
Kottler & Keller (2012) mendefinisikan Saluran Marketing adalah satu set dari organisasi interdependen yang turut berpartisipasi dalam proses pembentukan produk atau jasa untuk digunakan atau dikonsumsi. Suatu pemilihan chanel akan mempengaruhi keputusan marketing yang lain. Tetapi di sisi lain pemilihan dari saluran marketing tergantung dari strategi marketing perusahaan tersebut yang mempertimbangkan segmentasi, target dan positioning.
Untuk mengatur penghubungnya, perusahaan harus bisa memutuskan apakah akan memakai push strategi atau pull strategi.
· Push strategy : menggunakan tenaga sales Manufaktur, uang promosi dari dagang, atau bentuk lain untuk meninduksi penengah untuk membawa, mempromosikan, dan menjual kepada end user. Strategi Push biasanya digunakan oleh brand yang lebih rendah loyalitasnya dari satu kategori, pemilihan brand yang dibuat di took, produk merupakan produk impulse, dan manfaat produk mudah dimengerti.
· Pull Strategy : Manufaktur menggunakan advertising, promosi dan bentuk lain dari komunikasi untuk membujuk konsumen agar membutuhkan produk tersebut dari intermediaries, yang akan membuat intermedies memesan kepada perusahaan manufakturnya. Pull strategy biasanya digunakan oleh merk dengan loyalitas tinggi dan keterlibatan tinggi, pada saat konsumen bisa mempersepsikan perbedaan antara merk, dan pada saat mereka telah memutuskan untuk membeli brand tersebut sebelum mereka pergi ke toko.
Push strategi lebih efektif apabila didukung oleh desain yang baik, dan eksekusi yang baik dari pull strategi yang akan mengaktivkan kebutuhan konsumen . Di sisi lain, tanpa setidaknya beberapa ketertarikan dari konsumen, akan sangat sulit untuk mendapatkan dukungan dan penerimaan dari saluran-saluran.
2.4 Fungsi Anggota saluran ( Channel Member)
Sebuah saluran marketing menampilkan suatu pekerjaan yang memindahkan barang dari produsen ke konsumen. Anggota dari saluran marketing menampilkan beberapa fungsi kunci yaitu :
· Mengumpulkan informasi mengenai konsumen potensial dan terkini, competitor, dan actor serta tenag lain di lingkungan marketing
· Mengembangkan dan mendieminasi komunikasi persuasive untuk menstimulasi pembelian
· Bernegosiasi dan mendapatkan perjanjian dalam harga dan hal lainnya
· Menempatkan order dengan manufaktur
· Menyediakan dana untuk inventaris keungan dalam level yang berbeda di saluran marketing
· Mengasumsikan resiko berkaitan dengna pekerjaan dari saluran
· Menyediakan penyimpanan dan pergerakan (transport) dari produk fisik
· Menyediakan tagihan pembayaran pembeli melalui bank dan institusi keuangan lainnya
· Meneliti transfer actual dari kepemilikan suatu organisasasi atau orang
2.5 Keputusan Desain Saluran
Analisa Kenutuhan dan Keinginan konsumen
Konsumen mungkin saja memilih saluran yang mereka pilih berdasarkan harga, produk, dan kenyamanan, sama dengan tujuan dari mereka berbelanja (ekonomi, social, pengalaman). Sedangkan produk, keberadaan segmen dan marketer harus waspada bahwa setiap konsumen mempunyai kebutuhan yang berbeda pada saat pembelian suatu produk. Menurut penelitian seperti yang termuat dalam buku karangan Kottler dan Keller (2012) bahwa ada tiga tipe pembeli yaitu : service/quality konsumen : yang sangat memperhatikan mengenai keberagaman dan performa dari produk dan servis tersebut , (2) price/value konsumen : yang sangat bijak dalam mengeluarkan uangnya (3) affinity konsumen : yang akan datang ke toko atau berbelanja karena grup mereka .
2.6 Ritel Internasional
Ritel Internasional adalah semua aktivitas retail yang menembus batas negara. Revolusi dalam retail industry sekarang ini adalah bagaimana dasar dari penyampaian barang dan jasa mencapai konsumen. Tradisional supply chain adalah bagaimana pabrik mendorong hasil produksi mereka untuk disampaikan pada konsumen telah berganti pada modern supply chain yaitu bagaimana kebutuhan dalam saluran ditarik oleh konsumen.
· Pengurangan Inventaris
Retail yang manajemennya berhasil tidak perlu menyimpan stok dalam jumlah besar. Sebuah perusahaan bisa dengan menggunakan system Retail Link yang membuat semua orang dalam perusahaan mendapatkan informasi mengenai jumlah stok produk melalui sebuah koneksi internet yang dimiliki perusahaan.
· Informasi Pasar dalam level retail
Retailer adalah yang seharusnya mempunyai pengetahuan real-time dari produk apa saja yang terjual dan seberapa cepat. Sebuah perusahaan dapat memakai kemampuan logistic yang kuat sebagai senjata untuk mendapatkan keuntungan dalam suatu kompetisi di pasar dengan meningkatkan customer service dan pilihan konsumen, dan dengan menurunkan biaya dari global sourcing dan distribusi yang baik.
BAB III
Analisis Kasus
3.1 Konsep Dunkin Donut
Dunkin 'Donuts telah berfokus untuk menjadi pemimpin
biaya di industri kedai kopi dan makanan ringan AS yang didefinisikan sebagai
"menawarkan produk atau layanan berkualitas yang sama atau lebih baik
dengan harga yang kurang dari apa yang dapat dilakukan oleh pesaing mana
pun." Ada tiga cara utama bahwa Dunkin 'Donuts mampu mengenakan harga
lebih rendah untuk produk mereka dibandingkan dengan pesaing mereka. Yang
pertama adalah bahwa mereka menghasilkan lebih banyak yang menghasilkan
perputaran aset yang lebih tinggi. Juga dengan menghasilkan lebih banyak,
mereka dapat menyebar biaya tetap mereka selama lebih banyak unit. Selain itu,
Dunkin 'Donuts menawarkan berbagai produk standar yang membatasi jumlah
penyesuaian produk dan layanan yang harus mereka lakukan. Akhirnya, dengan
membeli dalam jumlah besar, menawar secara kompetitif di atas kontrak, dan
bekerja dengan vendor untuk menjaga persediaan tetap rendah, Dunkin 'Donuts
mampu menjaga kendali ketat atas rantai pasokan mereka. Memiliki hubungan yang
kuat dengan pemasok adalah cara vital untuk menjaga biaya tetap rendah.
Meskipun Dunkin 'Donuts memiliki
kehadiran yang kuat di Northeastern AS, mereka tidak memiliki kehadiran yang
kuat di wilayah lain di negara ini. Peta di bawah ini menggambarkan jumlah toko
yang melimpah di Timur dibandingkan dengan daerah lain di negara ini. Pada
tahun 2020, mereka berencana untuk memiliki 15.000 toko di Amerika Serikat yang
hampir menggandakan kehadiran mereka di AS saat ini. Selain Amerika Serikat,
Dunkin 'Donuts telah melayani pelanggan internasional selama lebih dari 40
tahun dan saat ini mengoperasikan lebih dari 3.100 toko di 32 negara.
Pertumbuhan mereka berhasil karena konsistensi toko mereka dan waralaba yang
kuat; dari sekitar 10.000 toko mereka di seluruh dunia, sekitar 7.000 di
antaranya adalah waralaba. Oleh karena itu, konsistensi antara toko-toko ini
adalah importan besar
Dunkin 'Donuts, salah satu rantai restoran cepat saji (QSR) tercepat di dunia pada tahun 2010, baru-baru ini mengumumkan perjanjian dengan Jubilant FoodWorks Ltd. untuk mengembangkan, sub-waralaba dan mengoperasikan lebih dari 500 Dunkin' Donuts restoran di seluruh India selama 15 tahun ke depan.
Pada tahun 2010, Perusahaan mengumumkan perjanjian pengembangan untuk memperluas seluruh Rusia dan Ukraina selama beberapa tahun ke depan. Masuknya perusahaan ke India dan Rusia mengikuti perluasannya selama beberapa tahun terakhir di seluruh Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin dan Amerika Selatan, serta pasar Asia-Pasifik.
Karena restoran Dunkin 'Donuts pertama di luar Amerika Serikat dibuka di Kanada pada tahun 1961, Perusahaan telah berkembang di empat benua selama lima dekade terakhir. Dunkin ’Donuts juga merayakan ulang tahun ke 30 yang beroperasi di Thailand dan Filipina tahun ini. Pada akhir tahun fiskal 2010, Dunkin 'Donuts memiliki lebih dari 9.700 restoran di 31 negara.
Menurut Dunkin 'Brands CEO dan Dunkin' Donuts President Nigel Travis, Dunkin 'Donuts adalah salah satu perusahaan yang paling dikenal dan dicintai di dunia, dan pembukaan 3.000 lokasi internasional menggarisbawahi hubungan emosional mendalam yang dimiliki orang di seluruh dunia terhadap merek . “Kami senang telah mencapai tonggak penting ini dan sangat senang dengan pertumbuhan internasional yang stabil dari Dunkin’ Donuts selama beberapa tahun terakhir, ”kata Travis. "Pembukaan lokasi internasional kami yang ke 3.000 memperkuat komitmen kami terhadap pertumbuhan global dan komitmen kami untuk menawarkan kepada para tamu di seluruh dunia makanan dan minuman berkualitas tinggi yang disajikan dalam lingkungan yang ramah dan cepat dengan nilai yang baik."
BAB IV
Kesimpulan dan Saran
4.1 Kesimpulan
Dunkin Donut sebagai perusahaan makanan & minuma dengan melakukan strategi-strategi lain untuk mendapatkan perhatian para konsumen seperti contoh kasus di atas dimana di Korea Selatan Dunkin’ Donuts semprotkan aroma kopi di dalam bus. Ini merupakan salah satu strategi bisnis yang unik, namun akan sangat mudah bagi konsumen mengenali dan tahu tentang Dunkin. Dengan strategi ini, Dunkin mengenalkan produk-produk yang mereka jual pada setiap masyarakat.
Aroma kopi yang tercium di dalam bus di Korea Selatan ini sangat menyenangkan. Inilah salah satu strategi Dunkin’ Donuts untuk meningkatkan penjualan kopinya di Seoul, Korea Selatan.
Teknologi yang dipakai ini bernama “Radio Flavor” dan telah dipasang pada bus, yang diprogram untuk melepaskan bau kopi Dunkin’ Donuts setiap jingle radio Dunkin’ Donuts diputar. Lebih dari 350. 000 penumpang naik bus tersebut setiap harinya, dan Dunkin’ Donuts mendorong mereka untuk membeli kopi dengan cara baru.
Penggunaan teknologi dalam strategi pemasaran Dunkin sangat membantu dan sangat potensial dalam menarik konsumen untuk datang membeli produk tersebut.Menurut saya, dengan semakin inovatif dan kreatifnya pihak perusahaan dalam mengenalkan produknya kepada masyarakat, maka akan semakin mudah perusahaan mendapatkan perhatian dan mengenal produk tersebut.
Daftar Pustaka
Fandy Tjiptono, Gregorius Chandra, Pemasaran Strategik Edisi 2, (Yogyakarta: Penerbit Andi, 2012), hlm 438-446
Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. Manajemen Pemasaran Edisi Tiga Belas. Jakarta: Erlangga. 2008
Kotabe, Masaki dan Helsen, Kristian. 2011. Global Marketing Management., John Wiley & Sons, Inc
Kotler, Philip & Keller, Kevin lane. 2012. Marketing Management., Pearson
Komentar
Posting Komentar