Manajemen Pemasaran Global
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Ekonomi dunia berkembang pesat, dengan
munculnya pasar global dan persaingan global dan integrasi ekonomi dunia.
Perusahaan global adalah perusahaan yang beroperasi di lebih satu Negara dan
mempunyai keunggulan R&D, produksi, logistik, pemasaran, dan keuangan yang
tidak dimiliki oleh pesaing domestik murni. Untuk menjadi perusahaan
global, maka keputusan utamanya adalah mengamati lingkungan ekonomi ataupun
lingkungan pemasaran global. Setelah itu, perusahaan akan mampu untuk
memutuskan apakah akan memasuki pasar global, pasar mana yang akan dimasuki,
memutuskan cara memasuki pasar, memutuskan program pemasaran global dan
perusahaan mampu memutuskan organisasi pemasaran global.
Lingkungan ekonomi adalah
faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pengeluaran konsumen.
Pemasaran harus mampu mengawasi kencenderungan konsumen. Seperti tipe
perekonomian, perubahan dalam pendapatan (distribusi pendapatan) dan perubahan
pola pengeluaran konsumen. Mengamati lingkungan ekonomi global penting
untuk mencermati situasi dan kondisi ekonomi dan sistem ekonomi dunia. Sehingga
perusahaan mampu memahami dan mengelompokan usahanya dalam tahap-tahap
pengembangan pasar. Karena, optimalisasi kekuatan dan kelemahan tidak menjamin
perusahaan sukses. Maka dari itu, manajemen perlu antisipatif terhadap peluang
dan ancaman lingkungan mikro maupun makro.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Bagaimana mengidentifikasikan aspek
lingkungan ekonomi, pola konsumsi dan perkembangan pasar ?
2. Bagaimana
menjelaskan lingkungan sosial dan budaya?
3. Bagaimana
menjelaskan lingkungan legal dan peraturan, lisensi, antitrust ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Mengidentifikasikan Aspek Lingkungan
Ekonomi, Pola Konsumsi, dan Perkembangan
Pasar
A. Ekonomi
Dunia, Sistem Ekonomi, Dan Perkembangan Pasar
Globalisasi ekonomi yang melanda Indonesia
secara cepat membuka cakrawala baru bagi manajemen perusahaan Indonesia, yang
semula hanya tertuju ke lingkungan domestik, menjadi terbuka ke lingkungan
global. Manajemen perusahaan dipaksa untuk mengikuti perlombaan dalam
menghasilkan produk/jasa dengan mengikuti aturan-aturan tingkat dunia. Hal ini
memaksa manajemen perusahaan mengubah prinsip-prinsip yang biasanya digunakan
untuk menghasilkan produk bagi masyarakat.
Perkembangan Ekonomi International
Krisis
ekonomi Asia yang berkepanjangan telah mengubah perkiraan pertumbuhan ekonomi
dunia tahun 1998 ketingkat yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
Misalnya IMF, dalam World Economic Outlook edisi Mei 1998, merevisi kembali
perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi sekitar 3 persen dari perkiraan 3,5
persen pada bulan Desember 1998 dan 4,25 persen pada bulan Oktober 1998.
Pertumbuhan
ekonomi yang lebih rendah akan terjadi pada negara-negara yang tahun ini masih
mengalami krisis ekonomi, yaitu Indonesia, Korea, dan Thailand. Negara-negara
ini akan mengalami penurunan yang tajam pada sisi permintaan domestik dan
impornya. Pada skala yang lebih kecil, penurunan pertumbuhan juga akan terjadi
pada Malaysia, Filipina, dan beberapa negara Asia Timur lainnya.
Krisis
ekonomi di beberapa negara Asia (Korea Selatan, Malaysia, Indonesia, Filipina,
dan Thailand) memberikan efek pada pasar komoditi dunia melalui beberapa
saluran, seperti yang disampaikan dalam buletin Commodity Markets and
The Developing Countries edisi Februari 1998 dari Bank Dunia. Pertama,
harga-harga komoditi ekspor ke lima negara yang mengalami krisis akan turun
dalam dollar AS karena adanya devaluasi. Kedua, pertumbuhan ekonomi yang
melambat dan harga komoditi impor yang naik akan mengurangi permintaan akan
impor. Ketiga, dua efek terdahulu akan memberikan pengaruh pula pada
pertumbuhan ekonomi negara lain dengan besaran yang berbeda-beda. Keempat,
harga komoditi yang turun pada pasaran dunia akan mengurangi pula pendapatan
ekspor negara-negara lain.
|
1997
|
1998
|
|
|
Output Dunia
|
4,1
|
3,1
|
|
Kelompok Negara Maju
|
3,0
|
2,4
|
|
Amerika Serikat
|
3,8
|
2,9
|
|
Jepang
|
0,9
|
0,0
|
|
Jerman
|
2,2
|
2,5
|
|
Perancis
|
2,4
|
2,9
|
|
Itali
|
1,5
|
2,3
|
|
Inggeris
|
3,3
|
2,3
|
|
Kanada
|
3,8
|
3,2
|
|
Kelompok Negara
Berkembang (Asia)
|
6,7
|
4,4
|
|
Bangladesh
|
5,5
|
5,2
|
|
China
|
8,8
|
7,0
|
|
India
|
5,6
|
5,2
|
|
Indonesia
|
5,0
|
-5,0
|
|
Malaysia
|
7,8
|
2,5
|
|
Pakistan
|
3,5
|
5,5
|
|
Filipina
|
5,1
|
2,5
|
|
Thailand
|
-0,4
|
-3,1
|
|
Vietnam
|
7,5
|
5,0
|
Tabel 1.
Komoditi pertanian merupakan komoditi yang banyak terpengaruh
krisis ekonomi seperti karet alam, kayu tropis, dan padi. Indonesia, Thailand,
Malaysia merupakan negara penghasil dan eksportir sebagian besar komoditi
tersebut. Sebagai contoh adalah meningkatnya ekspor beras Thailand sekitar 100
persen dalam bulan Januari 1998 dibanding bulan yang sama pada tahun 1997
sebagai akibat dari menurunnya harga beras ekspor sekitar 18 persen.
Peningkatan ekspor beras Thailand ini mungkin akan mengurangi peluang pasar
ekspor Pakistan dan India.
Sistem Perekonomian Dunia
Di
dalam sistem perekonomian dunia terbagi atas 3 jenis sistem yaitu, sistem
perekonomian pasar ( liberalis/kapitalis ) , sistem
perekonomian perencanaan ( etatisme ) , dan sistem perekonomian
campuran.
·
Sistem
Perekonomian Pasar ( liberalis/kapitalis )
Pengertian :
Suatu sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh kepada
setiap individu untuk bersaing mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya. Dalam
sistem ini peranan pemilik modal sangat dominan.
Ciri-ciri :
1. Setiap
individu bebas meiliki faktor-faktor produksi ( SDA , SDM , Sumber daya
buatan = mesin-mesin , & enterpreneurship ).
2. Setiap
individu bebas memilih pekerjaan.
3. Setiap
individu bebas mengadakan perjanjian-perjanjian.
4. Pemerintah
secara tidak langsung mengatur kehidupan ekonomi.
> Negara yang menganut :
Jepang , Amerika Serikat , Australia , dan lain-lain.
·
Sistem
Perekonomian Perencanaan ( Etatisme )
Pengertian :
Suatu
sistem ekonomi yang dipegang dan dikuasai penuh oleh negara. Adapun maksud
pemerintah menguasai perekonomian ini yaitu untuk memberikan kesejahteraan
kepada masyarakat.
Ciri-ciri :
1. Tidak
adanya kebebasan bagi individu dalam berusaha.
2. Perekonomian
dikuasai dan diatur oleh pemerintah.
3. Hak
milik perorangan atas modal dan alat-alat produksi tidak diakui.
Negara yang menganut :
RRC , Polandia , Rumania , dan lain-lain.
·
Sistem
Perekonomian Campuran
Pengertian :
Sistem
ekonomi gabungan antara sistem ekonomi liberalisme dan sosialisme. Dalam sistem
ini yang berperan ada 2 sektor yaitu negara dan swasta. Sistem ini banyak
dijumpai di negara-negara yang berkembang.
Ciri-ciri :
1. Pemerintah
aktif dalam kegiatan ekonomi.
2. Negara
menguasai cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak.
3. Hak
milik swasta atas alat-alat produksi.
Negara yang menganut :
Indonesia, Mesir , Malaysia , dan lain-lain.
|
|
Pasar
|
Etalisme/Sosialisme
|
Campuran
|
|
Kepemilikan
sumber daya
|
Swasta
|
Pemerintah
|
Pemerintah dan swasta
|
|
Harga
|
Mekanisme
Pasar
|
Pemerintah
|
Pemerintah
Bisa Mengintervensi
|
|
Persaingan
|
Terbuka/Bebas
|
Tertutup
|
Terbuka
Bagi Industri Swasta
|
|
Kepemilikan
Individu
|
Ada
|
Tidak
Ada (Sangat Kecil)
|
Ada
|
· Perbedaan
Antara Sistem Perekonomian Pasar , Sistem Perekonomian Etatisme , dan Sistem
Perekonomian Campuran :
Jadi
setiap negara yang mengunakan masing-masing sistem tersebut mempunyai dampak
untuk negaranya ma sing-masing dan tentunya sistem tersebut digunakan untuk
menjalankan perekonomian dengan baik sesuai dengan sistem yang dipakai di
negaranya masing-masing.
B. Pola Konsumsi
Pemanfaatan
sumberdaya alam dan lingkungan hidup dalam pembangunan harus dilandasi dengan
pendekatan pendayagunaan sumberdaya alam dengan manfaat
sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat secara berkelanjutan. Pola konsumsi
sumberdaya alam seharusnya memberi kesempatan dan peran-serta masyarakat serta
memberdayakan masyarakat untuk dapat mengelola sumberdaya alam secara optimal
dan lestari . Masih sangat terbatas kebijakan yang secara eksplisit
mendorong pada pola produksi dan konsumsi yang optimal dan
berkelanjutan. Selain itu, pola konsumsi yang dikaitkan dengan peningkatan
gizi dan kesehatan masih merupakan masalah utama bagi Jawa Timur.
Dalam
sebagian kehidupan masyarakat dan budaya perkotaan telah berkembang gaya hidup
konsumtif, karena sebagian besar mereka tidak lagi mengkonsumsi berdasarkan
nilai guna, nilai pakai, tetapi sesuatu yang hanya merupakan “simbol” di mana
image atau citra menjadi sangat penting. Hal ini seiring dengan semakin
pesatnya kemajuan dunia informasi dan komunikasi. Permasalahan Lingkungan
seperti pencemaran, degradasi lahan kritis, dan kelangkaan sumberdaya alam akan
cenderung berkembang sebagai dampak dari pola produksi/ industri dan konsumsi
yang berlebihan.
Konsumsi
energi meningkat sekitar 8% per tahun. Konsumen terbesar adalah sektor industri
(4.9%). Transportasi membutuhkah 32% dan selebihnya adalah untuk kebutuhan
rumah tangga. Berubahnya struktur ekonomi dari pertanian ke industri
dan meningkainya aktivitas ekonomi di pelbagai sektor kehidupan, mempengaruhi
Iaju peningkatan konsumsi energi yang secara langsung juga akan meningkatkan
emisinya. Untuk mencegah dan mengatasi dampak emisi ini pola konsumsi dan produksi
sumberdaya energi perlu segera ditangani secara tepat dan cermat. Semakin
terbatasnya ketersediaan sumberdaya air di Jawa Timur, maka pola konsumsi air
harus mempertimbangkan sumberdaya air di masa mendatang. Bidang agrokompleks
masih akan tetap menjadi konsumen terbesar. Walaupun demikian, di beberapa
wilayah Jawa Timur, persaingan pemanfaatan sumberdaya air akan canderung
menajam antara pertanian, industri dan rumah tangga.
Berdasarkan
hal-hal di atas maka visi dalam pengendalian pola konsumsi adalah “Mendorong
terwujudnya pola produksi dan pola konsumsi pangan, energi dan
air, di jawa Timur yang berkeadilan, berorientasi kesejahteraan
masyarakat dan ramah lingkungan”. Sedangkan misi yang diemban adalah
(1). Meningkatkan kepedulian seluruh masyarakat akan pola konsumsi pangan dan
penganekaragamannya yang berorientasi pada ketersediaan gizi dan kelestarian
lingkungan; (2) Mengintensifkan pendidikan hemat energi bagi masyarakat umum
dengan jalan memberikan pengetahuan dasar pengelolaan energi, khuusnya bagi
generasi muda, agar budaya hemat energi dapat tertanam sejak dini; dan (3)
Mengkampanyekan pola produksi dan konsumsi sumberdaya air yang hemat dan ramah
lingkungan hingga menjadi budaya masyarakat.
Beberapa program
prioritas adalah sebagai berikut:
A. Pola
Produksi dan Konsumsi Pangan, dan Kecukupan Gizi;
B. Pola
Produksi dan Konsumsi Sumberdaya Energi; dan
C. Pola
Produksi dan Konsumsi Sumberdaya Air.
C. Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran merupakan
suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara
dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun).
Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari
individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca
pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal
dan finansial, dan item-item finansial.
Neraca Pembayaran (Balance of Payment)
Neraca Pembayaran adalah catatan
(dokumen) sistematis yang mengikhtisarkan seluruh transaksi ekonomi antara
penduduk (resident) suatu negara, dengan penduduk negana lain selama masa
tertentu (1 tahun). Dan untuk menyusun neraca pembayaran luar negeri atau
neraca pembayaran internasional, perlu dibedakan antara transaksi debit dengan
transaksi kredit.
1. Transaksi
Debit adalah transaksi yang menimbulkan bertambahnya kewajiban bagi
penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk mengadakan
pembayaran kepada penduduk negara lain.
2. Transaksi
Kredit adalah transaksi yang menimbulkan bertambahnya hak bagi penduduk
negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk menerima pembayaran dari
negara lain.
Komponen Neraca Pembayaran
Berdasarkan Neraca pembayaran di atas,
diketahui bahwa neraca tersebut dibagi ke dalam beberapa transaksi ekonomi
internasional. Secara garis besar transaksi ekonomi internasional (luar negeri)
atau pos-pos dasar suatu negara dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Transaksi dagang (Trade account)
2. Transaksi Pendapatan modal (income on
investment)
3. Transaksi-transaksi unilateral (Unilateral
Transaction)
4. Transaksi Penanaman Modal Langsung ( Direct
Investment)
5. Transaksi Utang-piutang jangka panjang
(Long term Loan)
6. Transaksi Utang-piutang jangka pendek
(Short term capital)
7. Transaksi Lalu Lintas Moneter (Monetary
acomodating)
D. Pola
Perdagangan
Perdagangan
meliputi perdagangan barang atau jasa. Dalam dunia international, perdagangan
barang atau jasa harus mematuhi kebijakan-kebijakan tertentu. Setiap Negara
mempunyai kebijakan-kebijakan tersendiri untuk melindungi perekonomian dalam
perdagangan international. Perdagangan international memungkinkan masuknya
barang-barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri.
Jika
barang dan jasa dari luar negeri lebih diminati dari dalam negeri, maka hal
tersebut akan berdampak buruk untuk perekonomian dalam negeri. Maka dari itu pentingnya kebijakan
perdagangan international dalam suatu Negara.
Macam –macam kebijakan perdagangan international yang
biasa dilakukan pemerintah
1. Tarif atau bea masuk
Tarif adalah sejenis pajak yang dikenakan atas
barang-barang yang diimpor. Tarif spesifik (Specific Tariffs) dikenakan sebagai
beban tetap atas unit barang yang diimpor.
2. Subsidi Ekspor
Subsidi ekspor adalah pembayaran sejumlah
tertentu kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual barang ke luar
negeri, seperti tariff, subsidi ekspor dapat berbentuk spesifik (nilai tertentu
per unit barang) atau Od Valorem (presentase dari nilai yang diekspor).
3. Pembatasan Impor
Pembatasan impor (Import Quota) merupakan
pembatasan langsung atas jumlah barang yang boleh diimpor.
4. Pengekangan
Ekspor Sukarela
Bentuk lain dari pembatasan impor adalah
pengekangan sukarela (Voluntary Export Restraint), yang juga dikenal dengan
kesepakatan pengendalian sukarela (Voluntary Restraint Agreement = ERA).
5. Persyaratan
Kandungan Lokal.
Persyaratan kandungan local (local content
requirement) merupakan pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian-bagian
tertentu dari unit-unit fisik, seperti kuota impor minyak AS ditahun 1960-an.
6. Subsidi Kredit Ekspor.
Subsidi kredit ekspor ini semacam subsidi
ekspor, hanya saja wujudnya dalam pinjaman yang di subsidi kepada pembeli.
7. Pengendalian Pemerintah (National Procurement)
Pembelian-pembelian oleh pemerintah atau
perusahaan-perusahaan yang diatur secara ketat dapat diarahkan pada
barang-barang yang diproduksi di dalam negeri meskipun barang-barang tersebut
lebih mahal daripada yang diimpor.
Dampak globalisasi terhadap perdagangan international
Dampak Positif :
1.
Produksi global dapat
ditingkatkan
2.
Meningkatkan
kemakmuran masyarakat dalam suatu negara.
3.
Meluaskan pasar untuk
produk dalam negeri.
4.
Dapat memperoleh lebih
banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
5.
Menyediakan dana
tambahan untuk pembangunan ekonomi.
Dampak Negatif :
1.
Karena perkembangan
sistem perdagangan luar negeri yang menjadi lebih bebas, sehingga dapat
menghambat pertumbuhan sektor industri.
2.
Dapat memperburuk neraca
pembayaran.
3.
Sektor keuangan
semakin tidak stabil.
4.
Memperburuk proses
pertumbuhan ekonomi jangka panjang
5.
2.2 Menjelaskan
Lingkungan Sosial Dan Budaya
Lingkungan sosial budaya merupakan bagian dari
lingkungan hidup. Berbagai macam definisi dimunculkan menurut beberapa pakar
lingkungan hidup. Lingkungan sosial budaya adalah lingkungan atau
tempat manusia berkumpul menjalankan hidup bersosialisasi dan dalam lingkup
berbudaya sesuai daerah masing-masing yang menjadi ciri khasnya. Lingkungan
sosial budaya menggabungkan antara hidup sosial antar manusia dan budaya
masyarakat secara turun-temurun baik itu budaya timur maupun budaya barat sejak
manusia lahir di muka bumi ini. Kultur budaya yang dilahirkan atau diciptakan
menyatukan pola pikir manusia. Teknologi yang semakin berkembang di jaman
modern ini tak luput terlibat dalam lingkungan hidup. Pencampuran kebudayaan
yang saling mengisi dapat mempererat hubungan lingkungan sosial budaya dan
teknologi.
ASPEK DASAR DARI BUDAYA
Bagi ahli antropologi dan sosiologi, budaya adalah “cara hidup”
yang dibentuk oleh sekelompok manusia yang diturunkan dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Budaya termasuk kesadaran dan ketidaksadaran akan nilai,
ide, sikap, dan simbol yang membentuk perilaku manusia dan diteruskan dari satu
generasi ke generasi selanjutnya. Seperti didefinisikan oleh seorang ahli
antropologi organisasi Geert Hofstede, budaya adalah “tatanan kolektif dari
pikiran yang membedakan anggota tersebut dari satu kategori orang dengan orang
lainnya.”
Pandangan Ahli Antropologi
Seperti diutarakan oleh Ruth Benedict dalam karya klasiknya
berjudul The Chrysanthemum and the Sword, tidak peduli betapa aneh tindakan atau
pendapat seseorang , cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak mempunyai
hubungan dengan pengalamannnya di dunia ini. Tidak masalah jika tindakan dan
opini dirasakan sebagai gagasan yang aneh oleh orang lain. Pemasar global yang
berhasil harus memahami pengalaman manusia dari sudut pandang lokal dan menjadi
orang dalam melalui proses empati budaya.
Budaya Konteks Tinggi dan Rendah
Edward T. Hall menyarankan konsep konteks tinggi dan rendah
sebagai salah satu cara untuk memahami orientasi budaya yang berbeda. Dalam
budaya konteks rendah, pesan nyata; kata-kata membawa sebagian besar informasi
dalam komunikasi. Dalam budaya konteks tinggi, tidak terlalu banyak informasi
berada dalam pesan verbal. Jepang, Saudi Arabia, dan budaya konteks tinggi lainnya
sangat menekankan pada nilai dan posisi atau kedudukan seseorang di masyarakat.
Dalam budaya ini, pinjaman dari bank lebih mungkin didasarkan pada siapa Anda
daripada analisis formal laporan keuangan. Dalam budaya konteks rendah seperti
Amerika Serikat, Swis, atau Jerman, persetujuan dibuat dengan informasi yang
jauh lebih sedikit mengenai karakter, latar belakang, dan nilai-nilai.
Keputusan lebih didasarkan pada fakta dan angka dalam permintaan pinjaman.
Komunikasi dan Negosiasi
Jika bahasa dan budaya berubah, ada tantangan tambahan dalam
komunikasi. Misalnya, “ya” dan “tidak” dipergunakan dengan cara yang berbeda
antara Negara Jepang dan Negara barat. Hal ini menyebabkan kebingungan dan
kesalahpahaman. Dalam bahasa inggris jawaban “ya” atau “tidak” atas sebuah
pertanyaan didasarkan pada apakah jawabannya mengiyakan atau menolak. Dalam
bahasa Jepang, tidak demikian. Jawaban “ya” atau “tidak” dapat dipergunakan
untuk jawaban yang membenarkan atau menolak pertanyaan tadi.
Perilaku Sosial
Ada sejumlah perilaku sosial dan sebutan yang mempunyai arti
yang berbeda-beda di dalam budaya lain. Sebagai contoh, orang Amerika umumnya
menganggap tidak sopan jika makanan di atas piring membubung, membuat keributan
ketika sedang makan, dan bersendawa. Namun sejumlah masyarakat Cina merasa
bahwa merupakan hal yang sopan jika mengambil setiap porsi makanan yang
dihidangkan dan menunjukkan kepuasannya dengan bersendawa.
Perilaku sosial lainnya, jika tidak diketahui, akan merugikan
bagi pelancong internasional. Sebagai contoh, di Arab Saudi, merupakan
penghinaan jika menanyakan kepada pemilik rumah tentang kesehatan suami/istri.
Sosialisasi Antar-Budaya
Memahami suatu budaya berarti memahami kebiasaan, tindakan, dan
alasan-alasan di balik perilaku-perilaku yang ada. Sebagai contoh, di Amerika
Serikat, bak mandi dan toilet mungkin berada dalam ruang yang sama. Orang
Amerika mengasumsikan bahwa ini adalah norma yang berlaku di dunia. Namun,
dalam beberapa budaya seperti Jepang, menganggap itu tidak higienis. Bahkan
budaya lain menganggap duduk di atas toilet duduk itu tidak higienis. Di banyak
budaya, penggunaan tisu toilet bukanlah norma mereka.
Faktor budaya merupakan tantangan bagi pemasar global karena
semua ini tidak mudah dilihat.
PENDEKATAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR BUDAYA
LINGKUNGAN SOSIAL DAN BUDAYA : PENGARUH PEMASARAN PRODUK
INDUSTRI
Pengamatan dan studi menunjukkan bahwa tanpa
tergantung pada kelas sosial dan pendapatan, budaya mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap perilaku konsumsi, penggunaan media, dan kepemilikan barang
yang tahan lama. Produk konsumen mungkin lebih peka terhadap perbedaan budaya
daripada produk industri.
2.3 Menjelaskan
Lingkungan Legal dan Peraturan, Lisensi, dan Antitrust
Aktivitas pemasaran global mengambil tempat
dalam lingkungan politik institusi pemerintah, partai politik, dan organisasi
melalui orang-orang dan aturan negara dengan menggunakan kekuatan. Setiap
peerusahaan yang menjalankan bisnis diluar negara asalnya harus
hati-hati mempelajari srtuktur pemerintahan di negara yang menjadi
sasarannya dan menganalisis isu-isu yang menyolok yang timbul dari lingkungan
politik. Hal ini termasuk sikap pemerintah terhadap kedaulatan, resiko politik,
pajak, ancaman pencairan saham, dan penyitaan.
Hukum Internasional
Hukum internasional dapat didefinisikan
sebagai peraturan dan prinsip yang dipandang mengikat oleh berbagai negara dan
bangsa. Ada dua kategori hukum internasional: hukum publik atau hukum
internasional dan hukum perdagangan internasional. Hukum internasional
menyangkut bidang perdagangan dan bidang lain yang secara tradisional berada di
bawah yuridiksi dari masing-masing bangsa. Hukum inetrnasional awalnya mengenai
pernyataan perang, menetapkan perdamaian, dan isu politik yang lain seperti
pengakuan pengakuan diplomatik atas kesatuan negara dan pemerintah yang baru.
Pembuatan hukum yang mengatur perdagangan
dilakukan atas dasar hubungan bilateral yang dikembangkan kedalam apa yang
disebut dalam terminologi undang-undang perdagangan. Hukum internasional masih
mempunyai fungsi penegak peraturan, meskipun dalam pengertian yang lebih luas
ketimbang masalah-masalah yang dihadapi yang timbul akibat peperangan. Pertama,
hukum internasional pada dasarnya merupakan campuran dari fakta, perjanjian,
kode, dan kesepakatan. Karena perdagangan diantara negara-negara terus
berkembang, aturan dalam urusan perdagangan diasumsikan mengalami peningkatan
yang penting.
Mengelakan Permasalahan Hukum: Isu Bisnis yang Penting
Lingkungan global sangat dinamis dan kompleks.
Cara terbaik adalah meminta bantuan kepada pakar hukum. Pemasar yang cerdik dan
proaktif dapat berbuat banyak untuk mencegah situasi yang menimbulkan konflik,
khususnya isu yang menyangkut pendirian, yuridiksi, paten dan merek dagang,
antitrust, lisensi dan rahasia dagang, serta penyuapan.
a. Pendirian
Untuk menjalankan bisnis, warga negara dari
sebuah negara harus mendapat jaminan bahwa mereka akan diperlakukan secara adil
dinegara lain. Perjanjian perdagangan memberikan hak istimewa untuk terlibat
dalam kegiatan bisnis di negara lain selain negaranya sendiri. Hal ini dapat
menciptakan masalah bagi manajer bisnis yang mungkin masih di bawah hukum
kekuasaan mereka ketika mereka keluar dari negara asalnya.
b. Yuridiksi
Karyawan perusahaan yang bekerja diluar negeri
seharusnya memahami segala hal yang menyangkut yuridiksi dari sistem peradilan
negara setempat. Perusahaan asing yang beroperasi di Amerika Serikat harus
memahami bahwa pengadilan memiliki yuridiksi terhadap tingkat dimana perusahaan
tersebut dapat ditunjuk untuk “menjalankan bisnis” di negara bagian tempat
pengadilan itu berada. Pengadilan dapat memeriksa apakah perusahaan asing itu
mempunyai kantor, menjalankan bisnis, mempunyai rekening bank atau properti
lainnya, atau mempunyai mempunyai agen atau karyawan lainnya di negara tersebut
yang bermasalah.
c. Hak
Intelektual: Paten dan merek dagang
Hak paten dan merek dagang yang dilindungi di
satu negara belum tentu dilindungi dinegara lain, jadi pemasar global harus
memastikan bahwa hak paten dan merek dagangnya didaftarkan disetiap negara
dimana bisnis mereka berada. Planggaran merek dagang dan hak cipta merupakan
persoalan kritis di dalam pemasaran global dan hal itu dapat dalam bragam
bentuk yaitu pemalsuan, peniruan dan pembajakan.
d. Antitrust
Undang-undang antitrust dirancang untuk
melawan praktik bisnis terbatas di Amerika Serikat dan mendorong persaingan.
Undang-undang ini merupakan warisan dari “Zaman Krisis Kepercayaan” di abad ke
19 di A.S. dan ditujukan untuk memperbaiki persaingan bebas dengan membatasi
konsentrasi kekuatan ekonomi.
1. Lisensi
dan Rahasia Dagang
Lisensi merupakan perjanjian kontraktual
dimana lisensor mengizinkan pemegang lisensi untuk menggunakan hak paten, merek
dagang, rahasia dagang, teknologi atau aset tak berwujud lainnya sebagai ganti
atas pembayaran royalti atau bentuk kompensasi lainnya. Pertimbangan penting
dalam memberikan lisensi termasuk analisis mengenai aset apa yang akan
ditawarkan perusahaan untuk dilisensi, berapa harga aset tersebut, apakah hanya
diberikan hak untuk membuat produk atau memberikan hak untuk menggunakan dan
menjual produknya juga. Hak untuk memberikan su lisensi merupakan isu penting
lainnya. Seperti halnya dengan persetujuan distribusi, keputusan juga harus
dibuat untuk hal-hal yang menyangkut pengaturan eksklusif atau noneksklusif dan
besarnya kewenangan penerima lisensi.
Rahasia dagang merupakan informasi atau
pengetahuan rahasia yang mempunyai nilai komersial, yang berada dalam lindungan
hak cipta dan untuk itu dibuat langkah-langkah untuk menjaga kerahasiaannya.
Rahasia dagang termasuk proses manufakturing, formula, rancangan, dan daftar
pelanggan. Untuk melindungi penyingkapannya, lisensi rahasia dagang yang tidak
dipatenkan harus dihubungkan dengan kontrak rahasia dengan setiap karyawan yang
mempunyai akses ke infformasi yang dilindungi itu.
e. Suap
dan Korupsi
Di era pasca soviet, perusahaan-perusahaan
barat kembali tergoda dengan munculnya peluang di Eropa Timur. Di sini, seperti
di Timur Tengah dan bagian-bagian lainnya di dunia ini, perusahan barat tersbut
menemukan bahwa suap merupakan suatu cara hidup dan korupsi menyebar luas.
Kenyataan bahwa tindakan penyuapan yang terjadi di pasar dunia tidak akan
berubah hanya dalam waktu semalam karena hal itu tidak dibenarkan oleh pemeintah.
Ada tiga alternatif yang dapat dilakukan perusahaan jhika pesaing menawarkan
suap. Pertama adalah mengabaikan penyuapan dan bertindak seolah-olah
hal itu tidak ada. Kedua adalah mengakui adaya penyuapan dan mengevaluasi
pengaruhnya kepada keputusan pembelian pelanggan seolah-olah penyuapan itu
merupakan unsur lain dari bauran pemasaran. Ketiga adalah mengatakan kepada
pesaing bahwa anda bermaksud untuk mengajukan tuduhan penyuapan dinegara
asalnya.
Lingkungan Pengaturan
Lembaga pengatur dalam pemasaran global
terdiri dari beragam agensi, baik dari pihak pemerintah maupun yang
non-pemerintah, yang menjalankan undang-undang atau menetapkan garis pedoman
untuk memimpin bisnis. Sejumlah lembaga agensi yang ditujukan untuk
permasalahan pemasaran yang sangat luas, termasuk hal-hal: pengendalian harga,
penetapan nilai ekspor dan impor, praktik perdagangan, pemberian label,
pengaturan makanan dan obat-obatan, kondisi tenaga kerja, tawar-menawar
kolektif, isi iklan, praktik persaingan, dan lain sebagainya. Keputusan IEOs (
International Economic Organizations) mengikat dan dijalankan oleh negara yang
menjadi anggotanya. Pengaruh agensi pengatur itu dapat meresap, dan pemahaman
atas cara operasinya sangat diperlukan untuk melindungi kepentingan bisnis dan memajukan
program-program baru.
a. Organisasi
Ekonomi Regional: Contoh Uni Eropa
Pengadilan peradilan Eropa yang berbasis di
Luksemburg, mendengarkan perselisihan yang terjadi diantara 15 negara Uni Eropa
yang menjadi anggotanya atas permasalahan perdagangan seperti merger, monopoli,
dan hambatan perdagangan. Pengailan itu juga berwenang untuk memecahkan konflik
antara undang-undang nasional dan undang-undang Uni Eropa, yang dikebanyakan
kasus akhirnya menggambarkan undang-undang nasional dari masing-masing negara
Eropa. Pemasar harus selalu waspada sehingga undang-undang nasional harus
selalu dikonsultasikan. Undang-undang nasional mungkin lebih ketat dibanding
undang-undang komunitas khususnya di dalam bidang-bidang tertentu seperti
persaingan dan antitrust. Tujuannya adalah untuk menghasilkan standar hukum
minimum dari beberapa negara anggota yang sebelumnya lebih bebas. Namun hal ini
mungkin tidak mencegah posisi yang lebih ketat dalam beberapa hukum nasional.
b. Organisasi
Perdagangan Dunia
Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade
Organization – WTO, sebelumnya GATT) merupakan badan pengatur dengan pengaruh
yang sangat luas dalam kegiatan pemasaran global. Lebih dari 120 pemerintah
negara yang menandatangani perjanjian GATT dalam usaha untuk menciptakan
hubungan perdagangan internasional yang teratur dan dapat diprediksi. Terdapat
tiga prinsip dasar dalam GATT. Pertama mengacu padanondiskriminasi: Setip
negara anggota harus memperlakukan perdagangan dari semua negara anggota dengan
cara yang sama. Kedua adalah Pasar Terbuka yang didorong oleh
GATT lewat larangan segala bentuk proteksi kecuali bentuk bea-cukai. Ketiga
adalahPerdagangan Yang Adil yang melarang subsidi ekspor atas
produk manufaktur dan membatasi penggunaan subsidi ekspor untuk produk primer.
Dalam kenyataanya, tak satupun prinsip-prinsip ini ynag diwujudkan sepenuhnya,
meskipun banyak kemajuan yang telah dilakukan . Penghalang non-tarif, proteksi
atas hak kepemilikan intelektual, dan subsidi pemerintah tetap menjadi batu
sandungan besar.
Kasus pengembangan pariwisata asia timur
a. Heritage Vs
Modernisasi n globalisasi
WTO membagi Asia Timur dan Pasifik kedalam
Asia Timur Laut, Asia Timur, dan Oceania. Negara-negara ini membagi wilayah
Asia dengan kesamaan dan perbedaannya sebagai suatu destinasi wisata.
Secara
statistik, Negara China sekarang ini mendominasi perkembangan industri
pariwisata dan Asia pasifik mempunyai jumlah yang lebih banyak dari wilayah
Asia Tenggara. Asia Timur mempunyai jumlah kedatangan wisatawan yang meningkat
14,6% di tahun 1999, dari jumlah yang sebelumnya yaitu 9,5% di tahun 1985.
wisata outbond juga mempunyai kemajuan sebanyak 15% dari total dunia dan
tercatat sebagai pertumbuhan global tertinggi. Hal ini dicatat oleh WTO pada
tahun 2000.
Sebagian dari turis menghabiskan waktu di Asia
dan didukung oleh fasilitas pariwisata yang baik, sehingga dapat menaikkan
kondisi ekonomi. Asia Timur dapat memikat turis dengan menawarkanpopularitas
dan atraksi yang menarik. Bagaimanapun juga, tingkat kunjungan turis inbound
rendah di beberapa Negara. Hal ini disebabkan oleh kurang mengeksplorasi
kesempatan. Di beberapa kasus, ada banyak penghalang yang berasal dari Negara
itu sendiri. Sebelum mereka menyadari potensi yang ada, proses ini bergantung
pada perubahan kondisi ekonomi, politik, dan lingkungan sosial.
b. Trend
dalam atraksi wisata
Daya tarik yang dimiliki oleh Asia Timur
merupakan daya tarik alam dan budaya heritage. Daya tarik alam yang dimiliki
berupa iklim, pantai, pulau, hutan, pemandangan, tumbuhan dan kehidupan
binatang. Atraksi budaya yang dimiliki berupa bangunan bersejarah, historical
sites, festival, pakaian tradisional, kebiasaan, seni, dan kerajinan. Tetapi
hal itu tidak mengakibatkan atraksi lain seperti mall, event, taman hiburan, resort,
dan kasino menjadi sepi. Begitu juga dengan wisata olahraga tetap menjadi
hiburan yang menarik. sex tourism tidak dapat dipungkiri juga menjadi daya
tarik wisata di Negara-negara tertentu. Atraksi wisata tidak hanya dapat
ditemukan didaerah pantai dan pedesaan saja, dapat juga ditemukan di daerah
metropolitan.
Taman hiburan merupakan atraksi yang menarik
dan memiliki ciri dari wahananya. Taman hiburan menjadbagian dari pertumbuhan
industri hiburan yang didasarkan pada permintaan atas produk hiburan. Investasi
banyak dilakukan oleh Negara-negara Eropa dan Amerika untuk wilayah Asia dan
Pasifik dimana industri di Jepang sudah cukup maju.
Dari sekitar 20 taman hiburan di dunia pada
tahun 1999, Disneyland Tokyo memiliki tingkat kunjungan tertinggi yaitu lebih
dari17,45 juta wisatawan. Tiga buah taman hiburan lain di Jepang juga masuk
dalam daftar tersebut. Pada saat ini terdapat 30 taman hiburan yang memiliki
tingkat kunjungan sebesar 1 juta wisatawan, dan 30 lainnya mempunyai tingkat
kunjungan sekitar 500 ribu sampai 1 juta pengunjung. Taman hiburan ini terletak
di sekitar kota Tokyo, setelah opening taman-taman hiburan tersebut di tahun 1983,
mengakibatkan investasi skala besar, periundangan, dan kenaikan pendapatan.
Pertumbuhan ekonomi di Jepang sangat
dipengaruhi oleh berdirinya taman hiburan tersebut. Meskipun terdapat
permasalahan dalam hal manajemennya, tetapi konsep dari taman hiburan tersebut
dapat memperbaiki popularitasnya.
Universal study membuka taman hiburannya yang
pertama berada diluar USA, yaitu di Osaka pada tahun 2001, bersamaan dengan
beroperasinya Disneysea di Tokyo. Selain itu investasi besar juga direncanakan
untuk China, Taiwan, dan Korea selatan dimana terdapat 2 taman hiburan ternama
di dunia.
Atraksi modern lainnya juga terdapat di Asia
Timur, yaitu Mixed Retail, hiburan lain yang juga terdapat contohnya COEX Plasa
di Korea Selatan, dengan ibukota Seoul, disini terdapat Aquarium, Multiplex,
dan retail yang luasnya mencapai 95.000 meter persegi. Trend ini mencakup
luasnya, fasilitas pendukung, yang berhubungan dengan teknologi dan
komponen-komponen dari retail, serta memiliki tempat di sepanjang atraksi alam,
budaya, dan sejarah.
Destinasi di Asia Timur yang memiliki berbagai
atraksi untuk pasar excusionis, turis domestic, dan wisatawan Asia dan Negara
barat, dimana masing-masing memiliki kebutuhan dan ekspetasinya masing-masing.
Apa yang menjadi nilai bagi atraksi tersebut tergantung dari
intrepretasi dan persepsi dari masing-masing turis, baik individu maupun grup.
Perbedaan budaya menjadi tolak ukur bagi
kualitas suatu atraksi. Contohnya, orang-orang Negara barat lebih menyukai
keromantisan dan lebih idealisterhadap keorientalan dan lingkungannya. Yang
disuguhkan pada mereka dalam bentuk keeksotisan dan misterius dalam imej
promosi dan pekerjanya oleh industri pariwisata. Untuk memanfaatkan keragaman
pasar dan produk, perbedaannya budaya telah dimanfaatkan oleh banyak organisasi
pariwisata nasional. Contohnya, Tourism Authority Of Thailand telah berpindah
dari mass marketing dan sekarang ini focus pada atraksi yang berupa makanan,
belanja, kesehatan, sejarah, olahraga, budaya, dan bisnis travel. Negara lain
seperti Kamboja dan Mongolia lebih berfokus pada satu atribut. Ekowisata yang
menggabungkan alam dan dimensi satu social, lebih banyak dikembangkan seperti
wisata heritage.
Kompleksitas antara sejarah dan wisata
merupakan subjek yang banyak diperdebatkan. Heritage mempunyai dua fungsi,
yaitu sebagai atraksi wisata dan sebagai alat untuk membentuk nasionalitas dan
mengekspresikan identitas, menjadikan kondisi politik dan social sebagai nilai
ekonomi yang akan menambah pendapatan dan mengurangi pengangguran. Banyak komentator
yang mengkritisi eksploitasi pada heritage oleh industri pariwisata dan
kebijakan pemerintah. Selain untuk atraksi wisata, tetapi juga harus dihargai
sebagai perlindungan terhadap sejarah dan konservasi. Hal tersebut berhubungan
dengan Negara yang yang baru saja merdeka dan pembentukan koloni, atau selama
perubahan waktu dan ketidakpastian. Ini merupakan karakteristik dari banyak
Negara di Asia. Hongkong dan Singapura merupakan Negara pemimpin wisata
heritage, khususnya dalam marketing dan planningnya. Hongkong menjadi Special
Administrative Region (SAR) bagi orang-orang komunis di China pada tahun 1997,
setelah 150 tahun dijajah Inggris, sementara populasi multiracial di Singapura
mendapat kemerdekaannya pada tahun 1965. hal ini menjadi pertanyaan bagi
pemerintah dan masyarakat mengenai arti dari identitas dan heritagenya.
c. Perencanaan
strategi, identitas dan atraksi warisan (Heritage)
Hongkong dan Singapore adalah daerah tujuan
wisata internasional yang sangat sukses, dimana keduanya memiliki rencana
strategi dengan tujuan yang sama yaitu menjadi kota tujuan wisata internasional
yang berprinsip. Rencana ini mengharuskan memperkuat kekuatan yang dimiliki
saat ini, memikirkan produk yang inovatif dan memperluas pendekatan pasar
dengan memasukan atraksi baru dan mengembangkan yang telah ada. Warisan memilki
sebuah kontribusi penting untuk merealisasikan hasil sasaran, dan telah
diberikan prioritas yang tinggi oleh komisi pariwisata hongkong (HKTC).
Bangunan dan sejarah dan situs arkeoligikal dengan pariwisata yang potensial
telah teridentifikasi, dan pemeliharaan tradisi yang penuh warna didukung
dengan sebuah kekuatan wisata heritage yang baru saja di format. Pendekatan
heritage dan budaya tradisional yang telah sama-sama diketahui di Singapore,
dan rencana terbaru yang mengusulkan cluster heritage yang spesifik
dan atraksi budaya sebagaimana pengembangan zona yang pantas. Tema area etnik
Chinatown saat ini merupakan langkah-langkah yang sedang dilaksanakan.
wisata honggkong menawarkan serangkaian
warisan yang dibangun pada jaman kerajaan Cina dan
koloni Inggris seperti halnya situs kesejarahan, warisan jalanan dan
tradisi dan kebiasaan. Singapore, juga mengiklankan warisan fisik dari monumen,
bangunan, dan situs. Kebanyakan berasal dari periode colonial, tetapi
arsitektur pribumi dan penjelmaan dari warisan etnik juga ditonjolkan. Keduanya
memiliki museum yang bervariasi dan gtaleri yang dibagi-bagi sesuai dengan
aspek sejarah dan budayanya.
Dalam penambahan keuntungan komersil, terdapat
pertimbangan sosial-politik untuk mempertimbangkan mengenai wisata
heritage. pemerintah kolonial di
hongkong, beraksi melalui barang-barang dari zaman kuno dan kantor monument,
yang khususnya telah aktif pada masa sebelum peralihan. Banyak monument yang
terdaftar telah disetujui oleh pemerintah pada tahun 1980 dan
pertengahan 1990, dan sebuah kepercayaan warisan yang
telah dibentuk pada 1992 untuk meningkatkan kesadaran dan bantuan
masyarakat mengorganisasi proyek heritage ini. Rezim inggris membangun pusat kebudayaan
hongkong pada tahun 1989, sebuah tempat seni di desain menyolok di tepi pantai,
dan bertanggung jawab untuk beberapa musium baru. Aksi ini dapat dijelaskan
dalam istilah penyataan sebuah identitas honggkong yang
terpisah. Dan warisan untuk membantu wilayah itu mempertahankan ciri
khas nya dan mempertahankan agar tetap utuh dengan status china yang lebih
luas.
Cara berpendirian pemerintah yang baru adalah
salah satu factor pendorong berkelanjutan untuk heritage
dengan penekanan pada sejarah panjang China Hongkong yang
berhubungan dengan prestasi masa kini dan ambisi dimasa depan. Musium sejarah
hongkong dibuka kempali pada lokasi yang diperbesar pada ahun 2000, ketika
sebuah musium heritage Hongkong yang ditemukan bersama sebuah rekonstruksi
baru biara dinasti Tang yang memperlihatkan jalur keluarga cina orang hongkong.
Banyak atraksi yang dapat dilihat sebagai perwujudan asal yang umum dan tujuan
cina dan hongkong. Aturan inggris yang dilukiskan sebagai sebuah interupsi
temporary, dan sejarah merekamnya sebagai sesuatu yang patut dikenang dan
“bayangan inggris” pada asosiasi pariwisata hongkong. Dengan begitu situs
heritage dapat menjadi cara untuk menyampaikan pesan tentang konstruksi
identitas yang formal.
Selain modernisasi, tugas pemerintah Singapore
yang juga sama beratnya adalah mengharmonisasi pembangunan dengan multicultural
yang dimiliki orang Singapore walaupun 75% dari populasi merupakan mayoritas
etnic china, tetapi pemerintahpun harus memperhatikan etnic lain seperti malay,
india, dan lainnya. Kebijakan ini tercermin dalam perilaku perawatan warisan
bangunan sebagai peralihan Singapore dari Negara jajahan ke status modern yang
dilakukan untuk menghormati masa lalu.
d. Atraksi Yang Lebih Modern
Heritage dan identitas juga dipengaruhi oleh globalisasi dan
berhubungan dg perubahan sosial, yang sering mendorong homogenitas budaya. Hong
Kong Dan Singapore menunjukan tanda dari banyak internationalisasi, tetapi
mereka mempunyai sejarah yang menjelaskan pengaruh luar dan suatu kultur ambivalen
yang telah muncul, yang mana bukan secara keseluruhan Asia Maupun Barat.
barangkali Ada suatu interaksi tetap internasional, nasional, kesukuan ( di
dalam kasus Singapura) dan lokal ( di dalam kasus Hongkong) Lapisan identitas,
yang lebih lanjut mempersulit penyelidikan itu.
Untuk masa depan, atraksi modern merupakan pusat dari perencanaan
strategi yang dimiliki Hongkong dan Singapure, melebihi wisata heritage sebagai
arti pentingnya jika diukur oleh tingkat nyata dan perencanaan investasi.
Hongkong membuat proyek penyediaan fasilitas berskala besar, HKTC
merekomendasikan sebuah terminal untuk kapal pesiar, pusat konfrensi dan
pameran yang lain, dan pusat pertunjukan kesenian dan stadion serbaguna.
Persetujuan inovasi ini telah dilakukan di Hongkong Disneyland, sebuah taman
daratan dan perluasan ke taman samudra. Di bawah tinjauan ulang adalah dua
sistem kereta kabel yang menghubungkan lokasi atraksi, sebu7ah dermaga nelayan
dengan gaya san fransisco dan sebuah koridor hiburan di Lantau Island. Kesanggupan
pemerintah untuk mengembangkan pariwisata berskala besar dengan dukungan
keuangan untuk Disneyland hongkong.
1. Hongkong Disneyland
Pemerintah hongkong dan perusahaan
Walt Disney membentuk kerjasama spekulasi perusahaan yang bernama Hongkong
internasional theme park Ltd untuk membangun dan mengoperasikan taman ini.
Taman ini akan mengunakan gaya Disney Amerika yang tradisional, dan pengaruh
Chinese seperti pada makanan dan bahasa yang digunakan. Pembangunan Disney
hongkong ini tentu saja akan sangat menguntungkan dan
pembangunan ini merupakan perwujudan dari modernisasi pariwisata
Hongkong.
2. Singapore
haw far villa
Singapore haw far villa didirikan oleh AW bersaudara pada tahun 1937, dan
dikenal sebagai kebun balsem harimau, kekayaan keluarga itu dihasilkan dari
nama perusahaan itu. sebagai tambahan terhadap rumahnya sendiri, yang
dirobohkan setelah perang dunia yang kedua, terkenal sebagai suatu colletion
tentang pajangan dan patung yang hebat dengan diwarnai berbagai ilustrasi
cerita dari dongeng-dongeng china dan mitos pergaulan
agama dan percampuran ideologi. sebanyak 1000 figur dan 150 peremajaan telah
diperbaharui antar tahun 1937 dan 1954, ini dimaksudkan untuk
mengabarkan pelajaran moral dan mempromosikan nilai-nilai kebaikan di atas
kejahatan dan sikap baik pada orangtua,
Dari waktu ke waktu, kebun ini dilalaikan dan
ketinggalan jaman, harapan keluarga pada tahun 1985 memberikan status bahwa
kebun itu bisa difungsikan kembali. Kebun ini mempunyai nilai yang potensial
untuk menjadi suatu atraksi, sehingga singapore memungut sewa dari sector ini.
pihak swasta memiliki tander untuk prakarsa yang mengkombinasikan pengembangan
kembali dan pemeliharaan lokasi ini. taman membuka kembali faasilitas seperti
dunia ular naga pada tahun 1990 setelah mengalami perbaika. fasilitas
modern seperti teater dalam rumah, permainan air, sepanjang 60 meter yang
berbentuk ular naga berupa suatu perahu. toko pengecer menyediakan berbagai
makanan, semua fasilitas yang ditambahkan, itu merupakan hasil perkawinan
teknologi modem dan chinesse yang tradisional dengan harga tiket masuk sebesar
S$11 yang naik menjadi S$16,5.
Suatu konsultan mengangkat Suatu penawaran
proyek untuk membantu proses konsolidasi melalui perencanaan ruang, seni taman
dan aspek lain infrastruktur. penawaran lain pada awal tahun 2001 akan mencari
operator untuk mengatur taman mengontrak, membuka kembali pada awal 2002.
Bagaimanapun, [itu] telah diungkapkan April 2001 yang suatu operator baru (
Manajemen Dunia Timur Pte Ltd) akan pemeliharaan [itu] membuka dan menawarkan
pintu masuk cuma-cuma. Renovasi oleh craftsmen akan diselesaikan melalui
langkah-langkah dengan meminimum hal-hal yang tidak menyenangkan
pengunjung.
Menurut STB , atraksi akan diposisikan sebagai tempat
di mana pengunjung dapat:
Belajar tentang Warisan/Pusaka Cina Dan
Mitologi, dibandingkan sebagai Pertunjukan Western-styled . Tantangan kami
adalah untuk memikat lebih banyak pengunjung pada taman ini sehingga mereka
dapat menghargai bagaimana berharganya taman sebagai asset budaya yang memberi
pengertian yang mendalam tidak hanya ke dalam Mitologi Cina, tetapi juga ke
dalam hidup ketika taman itu dibangun. ( STB, 2001)
Kesimpulan
Explorasi mengembangkan atraksi di Hong Kong Dan
Singapura mengungkapkan sebagian dari permasalahan dan semua tujuan mengejar
pengenalan dan pertumbuhan suatu industri turisme yang kompetitif, menunjukkan
ke perubahan internal dan eksternal. Hong Kong Dan Singapura sudah menjawab
tantangan yang dihadapi dengan penerapan strategi turisme dapat
diperbandingkan dalam kaitan dengan peningkatan produk, inovasi dan pemasaran,
mengarahkan pada keunggulan yang serupa sebagai suatu Tujuan Kota besar Asia,
dengan jenis atraksi serupa. Kebijakan diikuti dengan para agen
turisme, dengan aktif yang didukung oleh pemerintah.
Bagian ini telah menunjukkan bahwa promosi atraksi
warisan/pusaka tidaklah didikte oleh ekonomi sendiri. Warisan/Pusaka Atraksi
adalah explorasi, penemuan dan ungkapan nasional sebagai identitas budaya.
Maksud dari identitas dan warisan/pusaka dari yang itu sebagai status bertindak
sebagai suatu pengambil-keputusan dari berbagai hal penafsiran, presentasi dan
konservasi . Turisme dengan begitu menjadi suatu medium untuk transmisi , Hong
Kong Dan Singapura menggambarkan sebagian dari proses ini, seperti halnya
hal-hal penting hubungan antara identitas, warisan/pusaka dan turisme.
Pengunjung Warisan/Pusaka Atraksi sudah menjadi suatu isu politis di dalam
penempatan kedua-duanya, seperti halnya di tempat lain di (dalam) daerah, dan
bab ini menyatakan bahwa . atraksi terbaik dipelajari dan dipahami mereka.di
dalam konteks sosial dan politis yang lebih luas.
BAB
III
KESIMPULAN
Ekonomi dunia berkembang pesat dengan
munculnya pasar
global dan persaingan globalIntegrasi ekonomi dunia. Globalisasi ekonomi yang melanda Indonesia
secara cepat membuka cakrawala baru bagi manajemen perusahaan Indonesia, yang
semula hanya tertuju ke lingkungan domestik, menjadi terbuka ke lingkungan
global.
Di
dalam sistem perekonomian dunia terbagi atas 3 jenis sistem yaitu, sistem
perekonomian pasar ( liberalis/kapitalis ) , sistem
perekonomian perencanaan ( etatisme ) , dan sistem
perekonomian campuran.
Setiap
Negara mempunyai kebijakan-kebijakan tersendiri untuk melindungi perekonomian
dalam perdagangan international. Perdagangan international memungkinkan
masuknya barang-barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Tapi,
perdagangan global mempunyai dampak positif dan juga negatif. Maka dari itu,
perusahaan harus mampu mempertimbangkan segala hal yang terjadi sebelum masuk
ke pasar global. Dan setiap negara juga mempunyai lingkungan sosial dan
budaya serta lingkungan legal dan peraturan yang berbeda- beda untuk
kesejahteraan masyarakatnya.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/23082953/Lingkungan_sosial_budaya
https://www.academia.edu/9090261/TUGAS_MANAJEMEN_PEMASARAN_GLOBAL
Komentar
Posting Komentar